Doa ketika sakit hati dan kecewa karena seseorang

Doa ketika sakit hati dan kecewa dalam perjalanan hidup, hijabers mungkin pernah merasa tersakiti oleh ucapan atau perilaku orang lain. Hal tersebut adalah perasaan yang wajar dan manusiawi.

Tapi, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW agar kita tak mendahulukan dendam dan sakit hati, maka Rasul juga mengajarkan doa-doa agar kita bisa meredam perasaan dan tak terbawa amarah dan sakit hati. 

Sebab, ketika dalam kondisi marah dan sakit hati kita menyampaikan doa, maka bisa jadi doa kita terkabulkan. Karena doa orang yang sedang teraniaya bisa dikabulkan oleh Allah SWT, seperti disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam hadist sebagai berikut:

Ada tiga golongan manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doanya orang yang dizalimi. Allah akan mengangkat doanya sampai di atas awan dan dibukakan pintu-pintu langit untuknya, dan Allah berfirman : Demi keagungan-Ku, Aku benar-benar akan menolongmu meskipun tidak serta merta."(HR. Tirmidzi)

Doa adalah senjata orang mukmin. Doa dapat memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi kuat keyakinannya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.

Berikut adalah himpunan doa penenang hati dari Al-Quran dan hadis yang boleh diamalkan. Ianya pendek dan mudah dihafal.

Sakit hati yang tak terkontrol bisa membuat kita terus diliputi dendam dan marah. Sebagai solusi, Rasulullah SAW mengajarkan doa-doa yang bisa kita panjatkan agar rasa sakit hati bisa kita kendalikan. Ada tiga doa yang bisa hijabers baca ketika sedang merasa tersinggung dan sakit hati.

DOA 1

اَللّٰهُمَّ اِنِّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِالْبَلَاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ و شَمَاتَةِ الْاَعْدَاءِ
(Allahumma inni a’uuzubika min jahdil bala’. Wa darkish shaqa’. Wa suu il qadhaa’. Wa shamaamatil a’daa’.)

Maksudnya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menemui penderitaan, dari takdir yang buruk & dari keberhasilan musuh

– Sahih Bukhari

DOA 2
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْث
(Yaa hayyu yaa qayyuumm. Bi rahmatika astaghiiths.)

Maksudnya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak memerlukan segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan.

– Hadis Riwayat Tirmidzi

DOA 3
اللهُمَّ لا سَهْلَ إلا مَا جَعَلتَهُ سَهْلا وَ أنتَ تَجْعَلُ الحزْنَ إذا شِئْتَ سَهْلا
(Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla wa anta taj’alul hazna iza syi’ta sahla)

Maksudnya: “Wahai Tuhanku, tiada kemudahan melainkan apa yang Engkau jadikan mudah dan perkara yang susah boleh Engkau jadikan mudah apabila Engkau mengkehendakinya.” 

– Sahih Ibnu Hibban

DOA 4
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ
وَاَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّ جَالِ
(Allahumma inni a’uuzubika minal hammi wal hazan. wa a’udzubika minal ajzi wal kasali, wa a’udzubika minal jubni wal bukhli, wa a’udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal.)

Maksudnya: Ya Allah, aku berlindung padaMu dari rasa sedih dan gelisah, aku berlindung daripada sifat lemah dan malas, dan aku berlindung padamu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung padaMu dari cengkaman hutang dan penindasan orang. – Sahih Bukhari

DOA 5
لا إلهَ إلا أنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظّالِمِيْنَ
(Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minaz zholimin.)

Maksudnya: Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah dari pada orang-orang yang menganiaya diri sendiri. – Surah Al-Anbiya’ Ayat 87

DOA 6
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
(Rabbish rahli sadri. Wayassirli amri. Wahlul uqdatam millisani. Yafqahu qauli)

Maksudnya: Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku dadaku, dan mudahkanlah bagiku urusanku, dan lancarkanlah lidahku supaya mereka faham ucapanku. – Surah Taha Ayat 25-28

DOA 7


حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
(Hasbunallah wanikmal wakil)

artinya : Cukuplah Allah sebagai Pelindung kami  – Surah Al-Imran Ayat 173

Adalah lumrah bagi manusia untuk berasa ‘down’ atau kecewa terhadap apa jua yang ditakdirkan kepada diri mereka. Namun percayalah itu semua merupakan ujian Allah yang mahu menguji hambaNya agar kembali mengadu dan pasrah kepadaNya. Yang penting, sabar dan mintalah pertolongan Allah kerana Dialah sahaja Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Dari Salman Al-Farsi r.a meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah mempunyai sifat malu, dan memberi kepada orang yang tidak meminta dengan pemberian yang banyak. Apabila seseorang mengangkat tangannya dihadapan Allah, memohon sesuatu, maka Allah amat malu untuk memulangkan kedua tangan tersebut dengan tangan kosong”. (Hadis Riwayat Tirmizi)

baca juga serba serbi tujuan wisata

Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel